Kisah Biji Kurma, Candaan Rasulullah dengan Sayyidina Ali

Kisah Biji Kurma, Candaan Rasulullah dengan Sayyidina Ali

Nabi Muhammad selain memiliki kepribadian yang tegas, ternyata beliau juga suka bercanda dengan para sahabat. Beliau tidak hanya menjalankan perintah berdakwah saja, tetapi juga menyelinginya dengan candaan. Salah satu gaya bercanda ala Rasullah adalah dengan menjawab pertanyaan menjebak dengan cerdas. Hal ini pernah terjadi antara Rasullah dan Sayyidina Ali yang tertawa akibat biji kurma 

Kisah ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari, pada suatu hari Rasulullah duduk bersama dengan Sayyidana Ali memakan kurma. Kebiasaan orang zaman dahulu adalah ketika makan kurma, maka biji kurmanya akan di letakkan tidak jauh dari tempat duduknya. 

Ketika itu Rasulullah dan Sayyidan Ali sedang bersantai sambil memakan kurma. Pada saat itu Rasullah hanya memakan satu biji kurma dan Sayyidina Ali memakan banyak kurma. Terlihat jelas bahwa biji kurma Rasulullah hanya ada satu sedangkan biji kurma milik Sayyidina Ali sampai tidak terhitung.

Kemudian, muncul keisengan Sayyidina Ali dengan memindahkan biji kurmanya di dekat Rasulullah. Sehingga biji kurma milik Ali tidak terlihat satupun dan seolah-olah Rasullah yang telah memakan kurma lebih banyak.

Kemudian, Sayyidina Ali bertanya kepada Rasulullah “Ya Nabi, engkau memakan kurma banyak sekali. Lihatlah biji-biji kurma itu banyak ada di samping engkau. Sedang aku belum memakannya sama sekali.”

Lantar, Rasulullah menjawab Sayyidina Ali sambil tertawa “Wahai Ali,  kamulah yang telah memakan kurma lebih banyak dariku. Kamu makan kurma bersama biji-bijinya, sedangkan aku hanya memakan kurmanya saja.” Sungguh jawaban yang tidak bisa dibantah oleh Sayyidina Ali. Begitulah gaya candaan Rasullah yang dengan cerdas mampu membuat orang tidak bisa bertanya lagi. 

Akhirnya Rasulullah dan Sayyidina Ali pun tertawa setelah peristiwa itu terjadi. Mereka bercanda sebagaimana manusia lain bercanda. Tentu, bercanda yang dilakukan Rasulullah ataupun sahabatnya tidak sampai menimbulkan ketawa yang terbahak-bahak, sehingga menimbulkan gangguan bagi orang lain. 

Hikmah yang bisa kita ambil dari kisah ini adalah boleh bercanda asal tidak melewati batas, dan tidak dilakukan ketika datang waktu ibadah. 

Daftar Kemitraan Qursyiban

20% Off

Keuntungan Besar Menandi ANDA

Daftar Kemitraan Qursyiban

20% Off

Keuntungan besar menanti anda