6 Kesunahan Sebelum Melakukan Shalat Idul Fitri

6 Kesunahan Sebelum Melakukan Shalat Idul Fitri

Hari kemenangan bagi umat muslim adalah hari raya idul fitri. Setelah berpuasa selama sebulan penuh akhirny ahari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Dihari kemenangan, ummat muslim mengawali paginya dengan melaksanakan shalat id secara berjamaah. Terdapat kesunahan dalam melaksanakannya, penasaran? Yuk ikutin terus artikel ini sampai selesai ya!

Baca juga : Rekomendasi Cemilan Untuk Menemani Malam Takbiran

Shalat id dilakukan 2 rakaat dengan berjamaah dilapangan terbuka atau masjid. Ternyata sebelum melaksanakan shalat id terdapat kesunahan yang bisa dipersiapkan. Berikut ini Qursyiban rangkum kesunahan shalat idul fitri

6 kesunahan sebelum shalat idul fitri

  1. mengumandangkan takbir
    Suara takbir yang terdengar bersahut- sahutan menyambut hari kemenangan umat muslim. Suara yang terdengar sejak malam hari hingga menjelang shalat id ini menjadikan suasana lebaran lebih terasa. Selain itu, mengumandangkan takbir tidak harus pergi ke masjid dan memakai TOA, bisa cukup dengan bersama-sama keluarga dari rumah. Tetap jaga kesehatan dan patuhi protokol kesehatan.
  2. mandi sebelum shalat idul fitri
    Dikutip dari nu.or.id, yang dimaksud mandi di sini bukan mandi biasa, tetapi mandi di pagi hari dengan mengguyur seluruh tubuh dan anggota badan, yakni dari rambut di kepala hingga telapak kaki dengan air
  3. berhias diri dan memakai pakaian terbaik
    Rasulullah mengajurkan baik muslim maupun muslimah sebelum melaksanakan shalat Id, dengan mandi terlebih dahulu, berdandan dan berhias diri dengan berpakaian yang terbaik.
  4. makan sebelum shalat idul fitri
    Hal yang membedakan sunnah shalat idul fitri dengan sunnah idul adha adalah anjuran untuk sarapan terlebih dahulu. Karena di hari raya idul fitri umat muslim telah melaksanakan puasa sebulan untuk itu, sarapan pagi diperlukan agar energi tubuh tetap stabil.
  5. saling mengucapkan selamat
    Tradisi di kalangan para sahabat Nabi, yakni mengucapkan selamat (tahni’ah) kepada sesama umat Islam yang telah berhasil menyelesaikan puasa Ramadlan. Bunyi bacaan selamatnya adalah “taqabbalallaahu minnaa wa minkum”, namun ada pula yang menambahnya “taqabbal yaa kariim, wa ja’alanaallaahu wa iyyaakum minal ‘aaidiin wal faaiziin”.
  6. melewati jalan pergi dan pulang berbeda
    Sunnah selanjutnya adalah melalui jalan yang berbeda. Tujuan dari sunnah supaya bisa bertemu dengan orang yang berbeda dan bisa saling berbagi kebahagian.
Daftar Kemitraan Qursyiban

20% Off

Keuntungan Besar Menandi ANDA

Daftar Kemitraan Qursyiban

20% Off

Keuntungan besar menanti anda