8 Makna Kurma Yang Tersirat Dalam Al Qur’an (2)

8 Makna Kurma Yang Tersirat Dalam Al Qur’an (2)

Kurma menjadi salah satu buah yang disukai Rasulullah, bahkan beliau menganjurkan untuk mengonsumsi 4-5 butir setiap hari. Lalu bagaimana makna kurma yang disebut dalam Al Qur’an?

Baca Juga : 8 Makna Kurma Yang Tersirat Dalam Al Qur’an (1)

Artikel ini adalah kelanjutan dari artikel sebelumnya yang membahas tentang tanda dan kebesaran Allah. Penyebutan kata kurma dalam Al-Quran sebanyak 20 kali dalam 16 surat menjadikan kurma  itu sangat istimewa, baik dari segi kebun, pohon, maupun buahnya. Berikut ini lanjutan makna kurma yang tersirat dalam Al-Qur’an :

2. Rezeki Rahasia Ilahi

فَاَجَاۤءَهَا الْمَخَاضُ اِلٰى جِذْعِ النَّخْلَةِۚ قَالَتْ يٰلَيْتَنِيْ مِتُّ قَبْلَ هٰذَا وَكُنْتُ نَسْيًا مَّنْسِيًّا

Artinya : “Kemudian rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia (Maryam) berkata, “Wahai, betapa (baiknya) aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan.” (Maryam ayat 23)

Ayat di atas menceritakan tentang rasa sakitnya seorang yang akan melahirkan. Terlebih kisah ini tentang maryam yang mendapat anugerah dari Allah melahirkan anak tanpa seorang bapak. Tentunya perasaan maryam saat itu sangat takut akan fitnah mengenai dirinya dan keluarganya. Tetapi selanjutnya ternyata maryam sangat menyayangi anak yang dilahirkannya yaitu Nabi Isa As.  

Dari ayat di atas kita bisa melihat bagaimana Allah menguji hambanya yang beriman dengan ujian yang tak terduga. Namun, janji allah bahwa setelah kesulitan pasti akan ada kemudahan. Anak adalah anugerah dari Allah, salah satu pembuka pintu rezeki adalah anak. Dalam konteks ini, anak yang dilahirkan dari maryan yang tanpa bapak ini kelak menjadi seorang nabi yang akan membawa kaumnya menuju kemuliaan.

Selanjutnya, pada arti “Kemudian rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma” Para ulama berbeda pendapat mengenai tempat tersebut, As-Saddi mengatakan bahwa tempat tersebut terletak di sebelah timur mihrabnya yang merupakan tempat ia biasa melakukan ibadahnya di Baitul Maqdis. Wahb ibnu Munabbih mengatakan bahwa Maryam pergi melarikan diri, dan ketika ia berada di antara negeri Syam dan negeri Mesir, ia merasakan sakit akan melahirkan anak.

Terlepas dari perdebatan dimana tempat kejadian itu terjadi. Kita dapat mengambil hikmah bahwa ketika seorang akan dinaikan derajat oleh Allah, maka akan datang ujian. Tetapi, janji Allah bahwa tidak akan diuji seorang hamba melebihi batas kemampuannya. Hal ini dapat kita belajar dari pohon kurma yang tumbuh kuat sehingga tahan diterpa kondisi yang ekstrim didalamnya. Hikamh pohon kurma ini dapat kita lihat di chanel instagram Qursyiban.

Daftar Kemitraan Qursyiban

20% Off

Keuntungan Besar Menandi ANDA

Daftar Kemitraan Qursyiban

20% Off

Keuntungan besar menanti anda